Thursday, 27 March 2008

Puisi Cinta Seorang Surveyor

IMG97051

Molodensky dan Badekas tak akan pernah mengerti
Transformasi hati yang terjadi di antara kita
Bessel pun tak sanggup merumuskan besaran a dan f
Ah …..tak sebanding dengan proyeksi cintaku
Pertama kali bayangmu jatuh tepat di benang silang hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum
Bagai gelembung nivo tepat di tengah-tengah air raksa
Sudut cintaku lebih besar dari azimuth matahari
Walau jarak kita bagai receiver dan satelit saat orbit terjauh
Amplitudo gelombang hatimu berinterferensi dengan hatiku
Seindah sinyal harmonik sempurna tanpa multipath
Bagai transfer data dengan kecepatan angular tak terbatas
Ketinggian cintaku tak terimbas pasang surut air laut
Kedalaman cintaku tak terukur echosounder
Kontur cintaku tak tergambar software apapun
Profil cintaku membentang sepanjang garis pantai
Ruang tiga dimensi tak mampu memformulasikan matrik cinta kita
Aturan segitiga bola tak dapat menjelaskan sudut-sudut cinta kita
Deret Fourier tak bisa menguraikan persamaan cinta kita
Zona UTM terlalu sempit untuk memetakan luas cinta kita
Bahkan hukum perambatan kesalahan pun tak berpengaruh apa-apa
Lihat koordinat cinta kita
Sumbu cintaku tegak lurus dengan sumbu cintamu

Menjadikan cinta kita sebagai titik sekutu yang sempurna.
Tak akan tergoyahkan parameter translasi atau rotasi

Inilah resultan cinta kita
Nyaris tanpa koreksi dan iterasi

Seseorang yang kembali
Cirebon, 01 Oktober 2004

home

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

This comment has been removed by a blog administrator.

27 March 2008 at 22:07  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home