Pemetaan Bidang Tanah dengan Google Earth ?
(Tulisan ini merupakan salinan dan saduran bebas dari makalah yang ditulis Nandang Isnandar dan Agoes S Soedomo, yang telah dipresentasikan pada FIT ISI 2007 di Century Hotel Jakarta)
Informasi bidang tanah yang lengkap, terintegrasi, akurat dan mudah diakses sangat diperlukan dalam upaya mendukung pengambilan kebijakan pertanahan. Saat ini bidang tanah belum dapat dipetakan secara menyeluruh dan terintegrasi. Diperlukan suatu alternatif pemetaan bidang tanah yang dapat membantu mempercepat pemetaan bidang tanah serta pengintegrasian peta bidang tanah yang sudah dibuat sebelumnya. Sistem koordinat yang ditampilkan oleh Google Earth adalah koordinat dengan ellipsoid referensi World Geodetic System (WGS 1984). Dengan membandingkan citra Google Earth dengan citra hasil foto udara/citra satelit, mengkaji fungsi-fungsi aplikasi Google Earth dan komparatif studi maka aplikasi image overlay, vector overlay, geocoding, layer, import gis data pada Google Earth memungkinkan pengguna untuk menambahkan sendiri suatu peta raster, vector dan informasi secara menumpuk dibagian atasnya. Aplikasi pengukuran jarak, luas, digitasi on screen, import data text koordinat, memungkinkan pengguna melakukan penghitungan jarak dan luas antar titik secara cepat. Citra yang terdapat pada Google Earth dapat didownload oleh pengguna dengan berbagai pilihan resolusi. Pada saat ini Google Earth telah dimanfaatkan oleh beberapa negara untuk kegiatan pemetaan. Dalam upaya pemetaan bidang tanah yang lebih cepat, lengkap, terintegrasi dan akurat maka Google Earth dapat jadikan sebagai salah satu aplikasi alternatif yang dapat membantu kegiatan pemetaan bidang tanah. Agar hasilnya dapat optimal perlu kajian lebih mendalam mengenai akurasi pemanfaatan Google Earth untuk Pemetaan Bidang Tanah Keyword : Peluang, Google Earth, Pemetaan A. Pendahuluan Salah satu kunci keberhasilan pengambilan keputusan adalah tersedianya informasi yang cukup. Data merupakan representasi dari fakta yang ada di lapangan.l Apabila data telah diorganisasi, disajikan, dianalisis, diinterpretasikan, dan dipertimbangkan bermanfaat untuk memecahkan masalah, maka data tersebut telah berubah menjadi informasi. Sejak diundangkannya PP 10 Tahun 1961 tentang pendaftaran tanah pada tahun 1961, telah dilaksanakan berbagai macam proyek pensertipikatan tanah secara masal, hasilnya berupa peta pendaftaran yang sebagian besar mempunyai sistem koordinat lokal. Pada tahun 1997 hasil pengukuran yang dilakukan di bidang pendaftaran tanah sesuai PMNA No 3 Tahun 1997 dituangkan dalam bentuk peta dengan sistem kordinat TM 3 . Pengukuran dan pemetaan diluar desa lengkap, meskipun wilayah tersebut belum memiliki TDT dan belum memiliki peta pendaftaran tanah pembuatan sertipikat terus dilaksanakan dengan menggunakan sistem koordinat lokal. Tidak digambarkannya bidang tanah yang telah terdaftar pada peta pendaftaran tanah yang memiliki sistem kordinat TM 3 pada akhirnya banyak menimbulkan permasalahan dalam pelaksanaan pendaftaran tanah seperti : terjadinya sertipikat ganda, sengketa batas. Kebijakan pertanahan yang baik sangat memerlukan adanya data dan informasi yang lengkap dan terintegrasi. Agar dapat menginventarisasi seluruh bidang tanah maka kegiatan pemetaan tidak hanya dilakukan untuk bidang tanah yang sudah didaftarkan tetapi perlu menginventarisasi bidang tanah yang belum didaftarkan. Agar dapat mempercepat pemetaan bidang tanah secara menyeluruh, perlu dilakukan berbagai upaya untuk kerjasama dengan instansi terkait dan swasta. Selain bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait, diperlukan suatu upaya mencari alternatif model pemetaan yang dapat memetakan bidang tanah secara cepat, lengkap, akurat dan dapat mengintegrasikan peta-peta yang telah dibuat sebelumnya sehingga dapat digunakan sebagai kadaster multiguna. Kadaster multiguna dapat didefinisikan sebagai sebuah himpunan data dalam skala besar dari sistem informasi pertanahan yang berorientasi pada masyarakat dan didesain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas baik swasta maupun perorangan. Kadaster multiguna dapat dimanfaatkan untuk tujuan legal cadastre, land value dan land use secara bersamaan dalam penyelenggaraan kegiatan administrasi pertanahan B. Google Earth Google Earth adalah sebuah jasa peta globe virtual gratis dan online disediakan oleh Google dapat ditemukan di earth.google.com. google earth menawarkan peta yang dapat diseret dan gambar satelit untuk seluruh dunia. Sebelum dikenal dengan Google Earth, aplikasi ini bernama Earth Viewer. Pada awal pendiriannya, Google Earth sebenarnya tidak dikembangkan oleh Google Inc, tetapi merupakan teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan yang bernama Keyhole, Inc. Produk ini dibeli oleh Google Inc dan pada tahun 2005 diberi nama Google Earth. Terdapat 3 jenis aplikasi pemetaan Google Earth yaitu ; Google Earth Free (Aplikasi yang installernya dapat didownload secara gratis dari www. earth.google.com), Google Earth Plus (Aplikasi yang installernya dapat didownload dari www. earth.google.com dengan membayar sebesar 20 $) dan Google Earth Pro (Aplikasi yang yang installernya dapat didownload dari www. earth.google.com dengan membayar sebesar 400 $). Citra dan informasi koordinat yang ditampilkan pada ketiga aplikasi tersebut adalah sama kualitasnya. Perbedaan dari ketiganya adalah feature/tool yang merupakan aplikasi tambahan. Pada Google Earth Plus terdapat feature tambahan berupa real time GPS tracking dan support email sementara pada Google Earth Pro terdapat feature tambahan berupa GIS data import, pengukuran jalur, luas (polygon, lingkaran), movie maker dan download citra sampai dengan maksimum resolusi 4800 x 4648 pixel. Google Earth merupakan program virtual berisi beragam peta dari seluruh wilayah di muka bumi. Citra peta ini didapat dari citra satelit, foto udara dan penerapan teknologi Sistem Informasi Geografi. Teknologi Google Earth banyak digunakan untuk membantu berbagai kegiatan pekerjaan seperti penyajian informasi pada saat pembuatan perencanaan, juga membantu memecahkan masalah yang berkaitan kekacauan teritorial. Google Earth juga bisa digunakan untuk membantu membuat keputusan mengenai lokasi perumahan baru. Informasi bisa ditampilkan secara ringkas dan jelas berupa gambar peta, yang flexibel. Kehadiran Google Earth dengan interpretasi citra resolusi tinggi beserta informasi koordinatnya merupakan tantangan baru dalam dunia pemetaan di tanah air. Para pengguna internet di Indonesia mulai banyak memanfaatkan Google Earth dibanding peta lokal atau nasional. Tampilan digital terrain serta data elevasi yang terdapat pada Google Earth diperoleh dengan menggunakan American Shuttle Radar Telemetry Mission (SRTM) level 1 (3 arc second with absolute vertical accuracy of 16mt at 90% confidence) dan digunakan untuk membuat Digital Terain Model . Data citra satelit yang ditampilkan Google Earth adalah : 1. EarthSat (MDA federal now) naturalVue data dari Landsat TM sensor dengan resolusi 30 meter, yang merupakan lapisan citra paling rendah yang melapisi Google Earth 2. Digital Globe: warna natural 60cm dari satelit QuickBird. Data ini untuk beberapa lokasi umumnya untuk kota-kota besar di seluruh dunia. 3. Sanbirn: digital aerial photograps, data ini merupakan yang paling tinggi dan meliputi kota-kota tertentu di amerika. Sistem koordinat yang ditampilkan oleh Google Earth adalah koordinat dengan ellipsoid referensi World Geodetic System (WGS 1984) sesuai dengan ukuran ellipsoid yang sekarang diterapkan untuk/berlaku seluruh dunia. Informasi geografis yang ditampilkan Google Earth berupa koordinat geografis, dalam format derajat lintang utara/selatan dan bujur timur/barat. Dengan teknologi Google Earth peta yang memiliki skala cukup baik dimungkinkan untuk digabungkan dengan aplikasi Google Earth. Peta yang tidak memiliki skala penggambaran dengan benar akan mengalami kesulitan saat di-overlay ke aplikasi ini, karena akan ada bagian-bagian yang tidak akan pernah bisa cocok dengan citra satelit yang telah ada. Dengan kata lain, Google Earth bisa menjadi aplikasi gratis untuk menampilkan berbagai peta raster tanpa perlu memerlukan pengetahuan dibidang pemetaan. C. Pemetaan Bidang Tanah Penggabungan peta kedalam satu sistem perlu mempertimbangkan perbedaan skala, sistem koordinat, zona, referensi spasial, aplikasi pemetaan serta peralatan yang digunakan. Penggabungan peta secara terintegrasi dan menyeluruh mulai dari tingkat desa\kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, propinsi, nasional masih mengalami kesulitan sehubungan dengan belum terpetakannya seluruh bidang tanah (terdaftar dan belum terdaftar) dan berbagai perbedaan skala, sistem koordinat, zona, referensi spasial dan standar akurasi yang ditetapkan. Sebagian wilayah di perkotaan telah menggunakan peta foto sebagai acuan dalam membuat peta pendaftaran terutama wilayah yang merupakan lokasi ajudikasi (pendaftaran tanah sistematik). Peta foto dapat digunakan sebagai kerangka (frame) didalam membumikan bidang tanah melayang. Dengan melihat bentuk, ukuran dan pemilik bidang yang berbatasan yang tergambar di gambar situasi dan mencocokannya dengan bentuk bidang tanah yang tergambar pada peta foto.Dengan menggunakan titik-titik sekutu dapat dilakukan transformasi untuk membawa bidang-bidang tanah melayang kedalam sistem koordinat TM 3 . Metoda pembumian bidang tanah melayang dengan menggunakan peta foto dapat digunakan untuk bidang tanah melayang dimana luas dan bentuk gambar situasi tidak mengalami perubahan di lapangan dan batas-batasnya mudah diidentifikasi pada peta foto. Pemetaan muka bumi secara umum, ditinjau dari penggunaan referensi hitungan, dapat dikelompokan dalam 3 (tiga) kategori, yaitu : a. Pemetaan bidang datar (plane survei) yaitu proses pemetaan sedari pengumpulan data hingga penyajian informasi, berdasarkan besaran maupun hitungan pada bidang datar. b. Pemetaan bidang bola yaitu proses pemetaan menyeluruh dinyatakan pada kulit bola. c. Pemetaan bidang ellipsoida yaitu proses pemetaan menyeluruh dinyatakan pada bidang kulit ellipsoida (Soedomo, S.Agoes, 2006). Bidang datum yang berupa bidang datar hanya berlaku untuk daerah terbatas saja yaitu daerah yang mempunyai ukuran maksimal 55 km x 55 km, sedangkan untuk daerah yang lebih luas lagi harus digunakan bidang datum yang berupa bidang lengkung, baik berupa ellipsoid maupun berupa geoid. Penggunaan citra satelit untuk pemetaan disesuaikan dengan skala yang akan dibuat. .Untuk informasi yang detail (skala besar) dapat menggunakan citra satelit Quickbird, Ikonos, dan SPOT. Untuk informasi regional (skala menengah) dapat menggunakan citra satelit SPOT, Aster, dan Landsat. Untuk informasi global (skala kecil) dapat menggunakan citra satelit NOAA dan Modis. Sebagai contoh, untuk pengelolaan yang disesuaikan dengan tata ruang tingkat kabupaten/provinsi dengan informasi skala peta 1:25.000 s.d. 1:100.000 dapat digunakan citra satelit skala menengah (SPOT, Aster, Landsat). Berdasakan penelitian mengenai ketelitian planimetrik citra satelit QuickBird dalam memproduksi peta garis sklala besar, diperoleh kesimpulan bahwa metode penginderaan jauh citra satelit dapat digunakan sebagai salah satu metode alternatif dalam pembuatan peta garis. Digitasi peta citra orthorectifikasi dapat menghasilkan peta garis dengan skala 1 : 3000. D. Citra Google Earth Citra yang terdapat pada Google Earth dapat dilihat dari berbagai tingkat ketinggian sesuai dengan keinginan pengguna. Citra dikirim oleh server Google Earth dengan menggunakan metode pengiriman data secara streaming. Agar citra yang ditampilkan dapat lebih jelas maka pengguna perlu menunggu sampai pengiriman data tercapai 100 %. Pada ketinggian pengamatan 1000 km, citra yang terlihat berupa lapisan terendah yang menyelimuti permukaan Google Earth yaitu citra landsat. Pengamatan pada citra quickbird yang terdapat pada google earth semakin dekat maka citra akan semakin jelas. Bentuk bangunan bahkan mobil dapat terlihat dengan jelas sampai pada akhirnya mulai ketinggian 25 meter citra mulai kurang jelas. Tidak terdapat informasi kapan citra tersebut dbuat namun berdasarkan pengamatan pada kenampakan obyek citra pada beberapa wilayah kemungkinan citra terbaru dibuat pada tahun 2005. Hal ini dapat dilihat dengan melihat obyek pada citra, contohnya tampak busway di Jakarta. Informasi citra yang ditampilkan Google Earth terdiri dari beberapa macam informasi diantaranya adalah data koordinat geografis (lintang, bujur), koordinat UTM, tinggi pengamatan, skala garis, ketinggian dari permukaan laut dan streaming. Informasi yang ditampilkan dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 1. Informasi citra yang ditampilkan google earth
E. Fungsi Aplikasi Pemetaan Google Earth
Aplikasi image overlay, vector overlay, geocoding, layer pada Google Earth memungkinkan pengguna untuk menambahkan sendiri suatu peta raster, vector dan informasi secara menumpuk dibagian atasnya. Aplikasi pengukuran jarak, luas, digitasi on screen, memungkinkan pengguna untuk melakukan penghitungan jarak dan luas antar titik secara cepat.
Citra yang terdapat pada Google Earth dapat didownload oleh pengguna dengan berbagai pilihan resolusi. Untuk Google Earth Free resolusi citra yang didownload terbatas hanya 863 x 613 pixel, sementara pada Google Earth Pro terdapat 5 pilihan resolusi penyimpanan yaitu (1) 863 x 613 pixel, (2) 1000 x 710 pixel, (3) 1400 x 994 pixel, (4) 2400 x 1705 pixel, (5) 4800 x 3410 pixel.
Dengan resolusi citra quickbird sebesar 0,6 m maka ukuran 60 x 60 cm di lapangan hanya tampak 1 pixel pada citra. Informasi koordinat geografis yang ditampilkan sampai dengan ketelitian 0,01 detik atau sekitar 30 cm di lapangan.
Pada aplikasi pemetaan Google Earth, data hasil overlay, geocoding dan posisi disimpan dalam format KML, yang dikompak-kan (compress) sebagai KMZ. File KMZ berukuran relatif sangat kecil dapat di-share dengan mudah kepada pihak lain untuk dapat dibuka dengan aplikasi Google Earth.
F. Pemanfaatan Google Earth di Negara Lain
Negara Spanyol bekerjasama dengan Google mulai tahun 2005 untuk cadastral maps dan web map services. Google Earth dimanfaatkan untuk cadastral web map service. Citra yang sudah ortho dan terkoreksi dapat dijadikan sebagai referensi spasial untuk pengintegrasian peta. Aplikasi pemetaan Google Earth dapat digunakan untuk overlay bangunan 3 dimensi dengan menggunakan software tambahan.
Beberapa negara Eropa memanfaatkan Google Earth untuk membangun informasi gedung 3 dimensi. Kota Berlin merupakan kota pertama yang memiliki informasi gedung 3 dimensi pada Google Earth yang paling lengkap yaitu sebanyak 44.000 gedung yang peresmiannya pada tanggal 8 Maret 2007 oleh Harold Wolf, Berlin's mayor and senator of the Ministry of the Economy, Technology, and Women.
G. Kesimpulan Penggunaan aplikasi pemetaan Google Earth yang merupakan model permukaan bumi dengan lapisan citra satelit sebagai referensi spasial diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang dapat membantu percepatan pemetaan bidang tanah atau sebagai referensi spasial dalam pengintegrasian peta. Tampilan citra quicbird dengan resolusi tinggi dan berbagai kemudahan dalam penggunaan aplikasi pemetaan, overlay serta kemudahan sharing data dapat membantu pengintegrasian peta yang sudah dibuat. Agar hasilnya dapat optimal, sebelum menggunakan aplikasi pemetaan Google Earth perlu kajian lebih mendalam mengenai akurasi pemanfaatan Google Earth untuk pemetaan bidang tanah.
E. Fungsi Aplikasi Pemetaan Google Earth
Aplikasi image overlay, vector overlay, geocoding, layer pada Google Earth memungkinkan pengguna untuk menambahkan sendiri suatu peta raster, vector dan informasi secara menumpuk dibagian atasnya. Aplikasi pengukuran jarak, luas, digitasi on screen, memungkinkan pengguna untuk melakukan penghitungan jarak dan luas antar titik secara cepat.
Citra yang terdapat pada Google Earth dapat didownload oleh pengguna dengan berbagai pilihan resolusi. Untuk Google Earth Free resolusi citra yang didownload terbatas hanya 863 x 613 pixel, sementara pada Google Earth Pro terdapat 5 pilihan resolusi penyimpanan yaitu (1) 863 x 613 pixel, (2) 1000 x 710 pixel, (3) 1400 x 994 pixel, (4) 2400 x 1705 pixel, (5) 4800 x 3410 pixel.
Dengan resolusi citra quickbird sebesar 0,6 m maka ukuran 60 x 60 cm di lapangan hanya tampak 1 pixel pada citra. Informasi koordinat geografis yang ditampilkan sampai dengan ketelitian 0,01 detik atau sekitar 30 cm di lapangan.
Pada aplikasi pemetaan Google Earth, data hasil overlay, geocoding dan posisi disimpan dalam format KML, yang dikompak-kan (compress) sebagai KMZ. File KMZ berukuran relatif sangat kecil dapat di-share dengan mudah kepada pihak lain untuk dapat dibuka dengan aplikasi Google Earth.
F. Pemanfaatan Google Earth di Negara Lain
Negara Spanyol bekerjasama dengan Google mulai tahun 2005 untuk cadastral maps dan web map services. Google Earth dimanfaatkan untuk cadastral web map service. Citra yang sudah ortho dan terkoreksi dapat dijadikan sebagai referensi spasial untuk pengintegrasian peta. Aplikasi pemetaan Google Earth dapat digunakan untuk overlay bangunan 3 dimensi dengan menggunakan software tambahan.
Beberapa negara Eropa memanfaatkan Google Earth untuk membangun informasi gedung 3 dimensi. Kota Berlin merupakan kota pertama yang memiliki informasi gedung 3 dimensi pada Google Earth yang paling lengkap yaitu sebanyak 44.000 gedung yang peresmiannya pada tanggal 8 Maret 2007 oleh Harold Wolf, Berlin's mayor and senator of the Ministry of the Economy, Technology, and Women.
G. Kesimpulan Penggunaan aplikasi pemetaan Google Earth yang merupakan model permukaan bumi dengan lapisan citra satelit sebagai referensi spasial diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang dapat membantu percepatan pemetaan bidang tanah atau sebagai referensi spasial dalam pengintegrasian peta. Tampilan citra quicbird dengan resolusi tinggi dan berbagai kemudahan dalam penggunaan aplikasi pemetaan, overlay serta kemudahan sharing data dapat membantu pengintegrasian peta yang sudah dibuat. Agar hasilnya dapat optimal, sebelum menggunakan aplikasi pemetaan Google Earth perlu kajian lebih mendalam mengenai akurasi pemanfaatan Google Earth untuk pemetaan bidang tanah.

